0

Firasat Kehilangan Guru Kami (2)

Posted by Shofwah on 09.18 in
Tahukah kalian lagu burda “maula ya sholli wa saalim daaimann ‘abada ‘ala habiibika khoiri kholqikul lihimiy… dst” adalah lagu yang biasanya dilantunkan pada saat menyolati orang yang meninggal dunia. Pantas saja bulu kuduk kami jadi merinding semua. Di suasana sekolah yang sangat sepi pada sore hari yang semakin petang, mendukung bulu-bulu kami semakin berdiri. Tanpa ada komando kami semua kompak menurunkan bangku guru yang kami bopong bersama tadi lalu dengan kompak pula kami berlari menuju anak tangga. Huu, padahal tinggal beberapa langkah saja kami melangkah masuk kelas kami. Bangku guru itu kami tinggalkan di depan pintu kelas. “Hooiii, jangan begitulah rek, aku jadi ikut takut ini…, ayoo dilanjutkan lagi!”, seru Ifa. “Aah, tinggal sedikit ajah yuuk kita selesaikan, tak usahlah kamu menakut-nakuti gitu Nik”, kataku kesal pada Nike

0

Camilan SBY

Posted by Shofwah on 07.16 in
er         Namanya SBY, atau singkatn dari Stick Bawang Yahut. Snack bawang enak made by ibu saya. Rasanya gurih, renyah dan dijamin kalau makan snack ini rasanya mulut tidak mau berhenti. Hehe.. itu sih komentar dari teman-teman sekontrakan saya. Saya suka membawanya sebagai oleh-oleh kalau saya balik dari pulkam. Teman-teman sekontrakan (BS) sering menanyakannya kalau saya balik dari pulkam. Mereka ketagihaan enaknya camilan buatan ibu saya tersebut. Statement BS mengenai  ‘kalau makan snack ini rasanya mulut tidak mau berhenti’ ternyata terbukti pula ketika saya sangu cemilan ini saat pengabdian di Bali. Teman-teman CSS sekamar saya pada giling tak berhenti saat saya suguhkan SBY ini. Cemilan ini merupakan produk dagangan ibu saya.

0

SEJARAH DESA BUNGAH

Posted by Shofwah on 05.58 in
Gerbang Desa Bungah
Kemasyhuran nama Desa Bungah memang tak perlu diragukan lagi. Desa yang juga sering disebut-sebut sebagai desa para santri ini merupakan salah satu desa dari kecamatan Bungah kabupaten Gresik,  Bungah memiliki tiga dusun antara lain adalah Kaliwot, Dukuh, dan Karangpoh.
Bungah sudah ada sejak 500 tahun yang lalu. Dan Kyai Gede Bungahlah yang pertama kali menyebarkan agama islam di Desa Bungah. Kyai Gede Bungah adalah santri dari Sunan Ampel dan Sunan Giri, yang tidak lain adalah seorang dari sembilan wali, atau yang sering kita kenal dengan sebutan WALI SONGO. Sebelum menyebarkan ajaran Islam di Desa Bungah ini, Beliau pertama kali datang di Desa Ngampel, seberang desa Bungah. Di sana beliau menyebarkan Islam sambil berdagang tembakau, karena sebagian besar masyarakat disana adalah suku ngadat (merokok). Disana beliau berhasil mengajarkan agama Islam dengan baik kepada masyarakat Ngampel, sehingga beliau memiliki santri yang cukup banyak.
Karena belum puas dengan hanya menyebarluaskan agama Islam di Desa Ngampel. Akhirnya beliau memutuskan untuk pergi dan menyebarkan agama Islam di desa lain. Dan di Desa Bungah ini, beliau  memutuskan untuk menyebar luaskan ajaran islam. Beliau menyebarkan ajaran agama Islam di Desa Bungah ini, pertama-tama dengan memanfaatkan pemuda-pemudi sebagai generasi penerus  beliau. Kesenangannya pada pemuda-pemudi melihat taman bunga yang dimiliki dan dibuat sendiri oleh Kyai Gede, membuat beliau ingin menyebar luaskan ajaran agama Islam kepada para pemuda-pemudi. Yang kelak mereka bisa dipercaya untuk menyebarluaskan ajaran agama yang beliau ajarkan kepada mereka. Orang-orang desapun ikut senang melihat taman yang dibuat oleh Kyai Gede Bungah tersebut. Orang yang senang melihat taman bungah tersebut diberi pengetahuan tentang islam dan sekaligus diajak masuk islam oleh Kyai Gede Bungah. Ternyata cara yang digunakan oleh beliau ini cukup ampuh dalam mengislamkan masyarakat di Desa Bungah. Padahal dulu, orang-orang di desa ini sangat lekat dengan maksiat, seperti judi, suka main perempuan, dan senang sekali sabung ayam. Hal itu tebukti dengan banyaknya orang-orang yang masuk islam di Desa Bungah ini dan hampir 100%  orang-orang di Desa Bungah ini memeluk agama islam.
Masjid Jami' Kiai Gede
Sama halnya ketika di Desa Ngampel, di Desa Bungah ini beliau juga memiliki banyak santri. Ajaran agama yang beliau ajarkan mudah siterima oleh masyarakat disekitarnya, karena beliau menyebarkan agama islam dengan dengan faham Aswaja (Ahlussunnah wal jama’ah). Beliau mendirikan masjid di Desa Bungah ini, yang sekarang masjid itu banyak dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Masjid Jami’ Kyai Gede Bungah. Maka, tak dapat dipungkiri lagi bahwa beliau telah berjasa besar dalam mengajarkan islam kepada setiap orang yang ada di Desa Bungah ini. Karena itu untuk sekarang dan seterusnya beliau dipanggil oleh masyarakat Desa Bungah dan desa lainnya dengan sebutan Mbah Kyai Gede, karena beliau adalah kyai besar bagi warga desa ini. Beliau dimakamkan dibelakang masjid yang beliau dirikan dengan warga Desa Bungah yaitu Masjid Jami’ Kya Gede.                                                                                                                                            
Tulisan ini saya culik dari karya si Unyil, Ulinnuha, adik bungsu saya, dari file tugas ‘sejarah-kls.X’nya. Komentar saya sbg komentator: sepertinya judulnya kurang pas dengan “Sejarah Desa Bungah”. Tidak dijelaskan asal muasal nama Bungah. Rasanya tulisan ini lebih banyak membahas Mbah Kiai Gede yaa.. Oiya, fotonya bagus tuh..^^ Hmm.. tp terlihat sekali penataan kotanya belum cantik, kabel-kabel listriknya semrawut.

0

Shofwah Bukan Aurora

Posted by Shofwah on 22.40 in
Shofwah adalah nama depanku. Nama lengkapku Shofwatul Uyun. Shofwah berarti pilihan; kejernihan. Sedangkan Uyun merupakan jamak dari ‘ainun; mata/ lensa yang menerima cahaya ; sumber. Uyun juga dapat diartikan sebagai mata air. Dalam syair Ibnu ‘arabi, Shofwatul Uyun diartikan sebagai Kejernihan Pandangan.  Namun ayahku yang sudah menyiapkan namaku sejak 14 tahun sebelum kelahiranku, mengartikannya sebagai ‘sejernih-jernihnya sumber’.
Aku suka nama depanku karena nama  ‘shofwah’ terdengar cukup asing dan unik. Walaupun uyun jg unik siiih, seperti kepanjangannya UYUN =Unik (beda dengan yg lain), aYu (cantik, perempuan), lan rUkuN (cinta perdamaian), hehehe.

0

Do'a wudhu dari BMKku

Posted by Shofwah on 22.29 in

Inilah satu-satunya catatan di buku BMKku (Belajar Membaca Kitab) atau Fikih-1(fathul qorib) yg masih terhafal olehku, do’a-do’a wudhu. Pasalnya, empat tahun yg lalu (jaman SMA), menjelang ujian praktik Fiqih, saat mencari informasi mngenai apa saja yang diujikan, ada informasi bahwa salah satu yang diujikan adalah praktik wudlu. Yang menguji praktik wudlu ini adalah Pak Djari, tetangga baruku waktu itu. Hmm, praktik wudlu. Mungkin bukan cuma aspek rukun wudlunya ajah yg dinilai tp aspek sunnah-sunnahnya jg, pikirku. Yang menguji tetanggaku lagi, malu dong, kalau biasa-biasa saja. Berawal dari rasa malu itulah, akhirnya saya ingat bahwa waktu MTs dulu pernah diajari do'a-do'a wudlu lengkap.

Copyright © 2009 My Graffiti All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.